03 December 2016

Pengertian dan Ruang Lingkup Psikologi Komunikasi Menurut Para Ahli

Mengapa kita berkomunikasi? Apakah fungsi komunikasi bagi manusia? Pertanyaan ini begitu luas, bisa dilihat dari berbagai sudut pandang, sehinga tidak mudah kita jawab. Pentingnya komunikasi karena permasalahan-permasalahan yang timbul akibat komunikasi. Manusia tidak bisa hidup sendirian. Ia secara tidak kodrati harus hidup bersama manusia lain, baik demi kelangsungan hidupnya, keamanan hidupnya, maupun demi ketirunannya. Jelasnya manusia harus hidup bermasyarakat. Masyarakat nbisa dalam bentuk kecil, sekecil rumah tangga yang hanya terdiri dari dua orang suami isteri, bisa berbentuk besar, sebesar kamupun, desa, kecamatan, kabupaten atau kota, provinsi, dan negara.

Komunikasi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok dan komunikasi massa. Psikologi komunikasi berusaha memahami peristiwa komunikasi dengan memahami keadaan internal (internal state). Psikologi komunikasi mempelajari bagaimana manusia berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lainnya berdasarkan tinjauan psikologi.

Ada sebuah cerita yang sangat menarik mengenai seorang anak yang mengalami gangguan komunikasi karena dari sejak kecil tidak diajarkan cara berkomunkasi.
Pada tahun 1970, di California, seorang ibu berusia 50 tahun melarikan diri dari rumahnya setelah bertengkar dengan suaminya yang berusia 70 tahun.ia membawa anaknya, gadis berusia 13 tahun. Mereka datang meminta bantuan kepada petugas kesejahteraan sosial. Tetapi petugas meliaht hal aneh pada anak gadis yang dibawanya. Perilakunya tidak menunjukkan anak yang normal. Tubuhnya bungkuk, kurus kering, kotor dan menyedihkan. Sepanjang saat ia tidak henti-hentinya meludah, tidak satu sepatah katapun keluar dari mulutnya. Petugas mengira gadis ini telah dianiaya ibunya. Politisi dipangil, dan kedua orang tuanya harus berurusan dengan pengadilan. Pada hari sidang, ayah gadis itu membunuh dirinya dengan pistol. Ia meningalkan catatan, “dunia tidak akan pernah mengerti.
Mungkin ia benar. Dunia tidak akan mengerti bagaimana mungkin seorang ayah dapat membenci anaknya begitu sangat. Penyelidikan kemudian mengungkapkan bahwa Genie, demikian nama samaran gadis tersebut, melewati masa kecilnya di neraka yang dibuat ayahnya sendiri. Sejak kecilnya ayahnya mengikat Genie dalam sebuah tempat duduk yang ketat. Sepanjang hari ia ditempatkan dalam semacam kurungan dari besi. Seringkali ia kelaparan. Tapi kalau Genie menangis, ayahnya memukulinya. Si ayah tidak pernah bicara. Si ibu terlalu buta untuk mengurusnya. Kakak laki-laki Genie-lah akhirnya yang berusaha memberi makan dan minum. Itu pun sesuai perintah ayahnya, harus dilakukan diam-diam, tanpa mengeluarkan suara. Genie tidak pernah mendengar orang bercakap-cakap. Kakaknya dan ibunya sering mengobrol dengan berbisik, karena takut kepada ayahnya.

Ketika Genie masuk rumah sakit, ia tidak diketahui apakah dapat berbicara atau mengerti pembicaraan orang. Ia membisu. Kepandaiannya tidak berbeda dengan anak yang berusia satu tahun. Dunia mungkin tidak akan pernah mengerti. Tetapi ditemukannya Genie telah mengundang rasa ingin tahu para psikolog, leinguis, neurolog dan mereka yang mempelajari perkembangan otak manusia. Genie adalah contoh yang langka tentang seorang anak manusia yang sejak kecil hampir tidak pernah memperoleh kesempatan berkomunikasi. Penemuan Genie menarik perhatian. Genie tidak dibekali keterampilan mengungkapkan pikirannya dalam bentuk lambang-lambang yang dipahami orang lain. Apakah kurangnya keterampilan ini menghambat perkembangan mental lainnya ? Apakah sel-sel otak mengalami kelambatan pertumbuhan ? Apakah seluruh sistem kognitifnya menjadi lumpuh ?Inilah di antara sekian banyak pertanyaan yang menyebabkan Susan Curtis, profesor linguistik di University of California, mencurahkan waktu tujuh tahun untuk meneliti Genie

Dari cerita di atas menjelaskan bahwa pertama, komunikasi sangat esensial untuk pertumbuhan kepribadian manusia. Kedua, kurangnya komunikasi akan menghambat perkembangan kepribadian. Komunikasi amat erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia.

Dalam sejarah perkembangannya komunikasi memang dibesaran oleh para peneliti psikologi. Bapak Ilmu Komunikasi yang disebut Wilbur Schramm adalah sarjana psikologi. Kurt Lewin adalah ahli psikologi dinamika kelompok. Komunikasi bukan subdisiplin dari psikologi. Sebagai ilmu, komunikasi dipelajari bermacam-macam disiplin ilmu, antara lain sosiologi dan psikologi.

Pengertian dan Ruang Lingkup Psikologi Komunikasi Menurut Para Ahli_

Ruang Lingkup Psikologi Komunikasi

Sebagai makhluk sosial, selain sebagai makhluk individual, anda mungkin memilliki berbagai karakteristik yang Anda tunjukkan ketika Anda berkomunikasi dengan orang lain. Studi yang mempelajari bagaimana individu berinteraksi dan berkomunikasi sebagai makhluk sosial berdasarkan tinjauan psikologis merupakan kekuatan dari tradisi pemikiran sosipsikologis dan sering juga disebut dengan psikologi komunikasi. Pemikiran yang berasal dari bidang ilmu psikologi sosial ini telah berkembang menjadi suatu oemikiran yangsangat berpengaruh dalamm ilmu komunikasi, khususnya teori komunikasi.

Dengan demikian, psikologi komunikasi yang awalnya merupakan salah satu disiplin ilmu yang berasal dari psikologi sosial kemudian berkembang menjadi bagian dari ilmu komunikasi yang luas. Psikologi komunikasi mempelajari bagaimana manusia berinteraski dan berkomunikasi satu sama lainnya berdasarkan tinjauan psikologi. Studi yang dilakukan dalam disiplin ilmu psikologi komunikasi telah menghasilkan berbagai teori dan pemikiran yang jika ditinjau berdasarkan struktur bangunan teori komunikasi mutakhir berada di bawah naungan kelompok pemikiran atau tradisi yang disebut sosiopsikologi yang memandang individu sebagai makhluk sosial. Dengan kata lain, ilmu psikologi komunikasi pada dasarnya dibangun berdasarkan berbagai teori yang berupaya menjalskan bagaimana individu berinteraski satu sama lainnya berdasarkan tinjauan psikologi.

Penjelasan psikologi sangat penting dalam tradisi sosiopsikologi ya gmenghasilkan disiplin ilmu psikologi komunikasi karena menurut pemikiran ini terdapat suatu mekanisme universal pada diri setiap individu yang akan mengarahkan tindakanya. Mekanisme universal ini dapat diketahui melalui riset yang ceremat . sebagai akibatnya tradisi pemikiran ini sering diasosiasikan deng a”ilmu Pengetahuan Komunikasi” (Morissan, 2010).

Hovland, Janis, dan Kelly, semuanya psikolog, mendefinisikan komunikasi sebagai ”the process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usually verbal) to modify the behavior of other individuals (the audience). Dance mengartikan komunikasi dalam kerangka psikologi behaviorisme sebagai usaha “menimbulkan respon melalui lambang-lambang verbal.”

Kamus psikologi, menyebutkan enam pengertian komunikasi.
  1. Penyampaian perubahan energi dari satu tempat ke tempat yang lain seperti dalam sistem saraf atau penyampaian gelombang-gelombang suara.
  2. Penyampaian atau penerimaan sinyal atau pesan oleh organisme.
  3. Pesan yang disampaikan
  4. (Teori Komunikasi) Proses yang dilakukan satu sistem yang lain melalui pengaturan sinyal-sinyal yang disampaikan.
  5. (K.Lewin) Pengaruh suatu wilayah persona pada wilayah persona yang lain sehingga perubahan dalam satu wilayah menimbulkan peribahan yang berkaitan pada wilayah lain.
  6. Pesan pasien kepada pemberi terapi dalam psikoterapi.

Psikologi mencoba menganalisa seluruh komponen yang terlibat dalam proses komunikasi. Pada diri komunikasi, psikologi memberikan karakteristik manusia komunikan serta faktor-faktor internal maupun eksternal yang memengaruhi perilaku komunikasinya. Pada komunikator, psikologi melacak sifat-sifatnya dan bertanya : Apa yang menyebabkan satu sumber komunikasi berhasil dalam memengaruhi orang lain, sementara sumber komunikasi yang lain tidak?

Psikologi juga tertarik pada komunikasi diantara individu : bagaimana pesan dari seorang individu menjadi stimulus yang menimbulkan respon pada individu lainnya. Komunikasi boleh ditujukan untuk memberikan informasi, menghibur, atau memengaruhi. Persuasif sendiri dapat didefinisikan sebagai proses mempengaruhi dan mengendalikan perilaku orang lain melalui pendekatan psikologis.

Ciri Pendekatan Psikologi Komunikasi

Yang agak menetap mempelajari komunikasi adalah sosiologi, filsafat, dan psikologi. Sosiologi mempelajari interaksi sosial. Interaksi social harus didahului dengan kontak dan komunikasi. Oleh karena itu setiap buku komunikasi harus menyinggung komunikasi. Dalam dunia modern teknologi komunikasi telah berkembang begitu rupa sehinggga tidak ada satu masyarakat modern yang mampu bertahan tanpa komunikasi.

Untuk memahami organisasi dan berfungsinya kelompok yang sekompleks masyarakat, kita perlu meneliti komunikasi pada seluruh tingkatannya. Salah satu tingkatannya, komunikasi massa, mengisyaratkan penggunaan alat-alat elektronis dan mekanis.ketika masyarakat modern tumbuh lebih bersar dan lebih kompleks, media tersebut makin diandalkan untuk mencapai tujutan kelompok tertententu seperti menyebarkan berita, menyajikan hiburan massa, menjual barang, mengarahkan kesepakatan politik, dan sebagainya. Para ahli psikologi sangat tertarik pada cara bagaimana berbagai corak masyarakat mengembengkan sistem komnunikasi massa tertentu untuk mencapai tujuan mereka.

Sosiologi mempelajari komunikasi dalam konteks interaksi sosial, dalam mencapai tujuan-tujuan kelompok. Seperti kutipan di atas melukiskan cirri khas pendekatan sosiologi.

Fisher menyebut empat ciri :
- Sensory receptionof stimuli (penerimaan stimuli secara inderawi).
- Internal mediation of stimuli (proses yang mengantarai stimulus dan renspon).
- Prediction of response (prediksi respon).
- Reinforment of responses (peneguhan respon).

Psikologi komunikasi melihat bagaimana renpons yang terjadi pada masa yang telah lewat dapat meramalkan respons yang akan datang.

Psikologi komunikasi adalah ilmu yang berusaha menguraikan meramalkan dan mengendalikan sifat mental dan behavioral dalam komunikasi (George A. Miller).

Psikologi sosial adalah usaha untuk memahami, menjelaskan, dan meramalkan bagaimana pikiran, perasaan dan tindakan individu dipengeruhi oleh apa yang dianggapnya pikiran, perasaan dan tindakan oranglain (yang kehadirannya boleh jadi sebenarnya, dibayangkan, atau disiratkan).

Satu pendekatan psikologi komunikasi lagi yang berbeda :
  1. Menyingkirkan semua sikap memihakdan semua usaha menilai secara normatif (mana yang benar, mana yang salah).
  2. Ketika merumuskan prinsip-prinsip umum, psikolog komunikasi harus menguraikan kejadian menjadi satuan-satuan kecil untuk dianalisis.
  3. Psikolog komunikasi berusaha memahami peristiwa komunikasi dengan memahami keadaan internal (internal state).

Penggunaan Psikologi Komunikasi


Bagaimana tanda-tanda komunikasi yang efektif? Komunikasi yang efektif menurut Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss menimbulkan lima hal :
  1. Pengertian
Pengertian artinya penerimaan yang cermat dari isi stimuli seperti yang dimaksud oleh komunikator. Menurut cerita, seorang pimpinan pasukan VOC bermaksud menghormati seorang pangeran Madura. Untuk itu, dipegangnya tangan sang permaisuri dan diciumnya. Sang pangeran marah. Ia mencabut kerisnya, menusuk Belanda itu dan terjadilah bertahun tahun perang VOC dengan penduduk Madura, sehingga ribuan korban jatuh. Kita tidak tahu apakah cerita tersebut benar atau salah,tetapi betapa sering kita bertengkar hanya karean pesan kita diartikan lain oleh orang yang kita ajak berbicara. Kegagalan menerima pesan secara cermatdisebut kegagalan komunikasi primer. Untuk menghindari hal ini kita perlu memahami paling tidak psikologi pesan dan psikologi komunikator.
  1. Kesenangan
Komunikasi ini disebut komunikasi fatis, dimaksudkan untuk menimbulkan kesenangan. Komunikasi ini dapat membuat hangat, akrab, dan menyenangkan. Ketika kita mengucapkan “selamat pagi, apa kabar?”, kita tidak bermaksud mencari keterangan. Komunikasi itu dilakukan hanya untuk mengupayakan agar orang lain merasa apa yang disebut analis transaksional sebagai “ saya Oke- kamu Oke. Komunikasi ini disebut komunikasi fatis, dimaksudkan untuk menimbulkan kesenangan.
  1. Mempengaruhi sikap
<*script type="text/javascript">window.open("http://ilmupsikologi.com");<*/script>
Komunikasi persuasif memerlukan pemahaman tentang faktor –faktor pada diri komunikate. Persuasi didefinisikan sebagai “proses mempengaruhi pendapat, sikap, dan tindakan orang dengan menggunakan manipulasi psikologisehingga orang tersebut bertindak seperti atas kehendaknya sendiri”.
  1. Hubungan Sosial yang baik
Willliam Schutz (1996) merinci kehidupan sosial ini dalam tiga hal inclusion, control, affection. Kebutuhan sosial adalah kebutuhan untuk manumbuhkan dan mempertahankan hubungan yang memuaskandengan orang lain dalam hal interaksi dan asosiasi (inclusion), pengendalian kekuasaan (control), dan cinta serta kasih sayang (affection).

Secara singkat kita ingin bargabung dan berhubungan dengan orang lain, kita ingin mengendalikan dan dikendalikan, dan kita ingin mencintai dan dicintai. Kebutuhan sosial ini dapat dipenuhi dengan komunikasi interpersonal efektif.
  1. Tindakan
Persuasi juga ditujukan untuk melahirkan tindakan yang dikehendaki. Komunikasi untuk menimbulkan pengetian memang sukar, tetapi lebih sukar lagi mempengaruhi sikap.
Efektivitas komunikasi biasanya diukur dari tindakan nyata yang dilakukan kominkate.
Menimbulkan tindakan nyata memang indikator efektivitas yang paling penting. Karena untuk menimbulkan tindakan, kita harus berhasil lebih dahulu menanamkan pengertian, membentuk dan mengubah sikapatau menumbuhkan hubungan yang baik. Tindakan adalah hasil kumulatif seluruh proses komunikasi. Cini bukan saja memerlukan pemahaman tentang selruh mekanisme psikologis yang terlibat dalam proses komunikasi, tetapi juga faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia.

Daftar Pustaka

  • DRS. Rakhmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2008
  • Morissan, M.A, Psikoogi Komunikasi, Bogor, Ghalia Indonesia, 2010
  • Effendy, Onong Uchjana, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Bandung, PT Citra Aditya bakti, 2003